Bahayanya Menonton Video Sadis Pada Otak

Delima Bahayanya Menonton Video Sadis Pada Otak

Dokter jiwa menyarankan untuk tidak ikut menyebarkan video sadis pengeroyokan yang menewaskan suporter Persija, Haringga Sirila, oleh oknum bobotoh Persib Bandung. Terkait dampaknya bagi kejiwaan, ia menyinggung respons otak manusia.

"Menonton kekerasan tidaklah baik untuk kesehatan jiwa," kata dr Andri, SpKJ, dokter jiwa dari Omni Alam Sutra, saat dihubungi detikHealth, Senin (24/9/2018).

"Karena ketika kita dihadapkan pada 2 pilihan kekerasan dan kebahagiaan, otak kita akan merespons secara lebih positif terhadap kebahagiaan," lanjutnya.

Menonton tayangan positif, menurut dr Andri lebih bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

"Tentunya hal tersebut (tayangan positif) akan mempengaruhi kesehatan jiwa kita secara keseluruhan dibandingkan kita menyaksikan video kekerasan," jelasnya.

Remaja Dengan Kanker Diharuskan Untuk Lepas Topi Untuk Hari Gambar Sekolah

Makanan yang dilarang untuk kanker payudara Anak berusia 13 tahun itu mengatakan dia hanya ingin diperlakukan seperti orang lain. Seorang remaja New Mexico yang berjuang melawan kanker mengatakan dia dipermalukan oleh seorang fotografer di hari gambar sekolah yang menyuruhnya melepas topinya.

Bella Thurston, 13, didiagnosis dengan ependymoma, tumor otak dan tulang belakang, ketika dia berusia 5 tahun. Dia memakai topi karena sebagian rambutnya rontok setelah perawatan kemoterapi baru-baru ini.

“Itu benar-benar memalukan dan menjengkelkan bagi saya. Saya berusaha keras untuk tidak menangis. Itu bukan pengalaman yang baik, ”katanya kepada KOAT, afiliasi ABC lokal di Albuquerque.

Thurston mengatakan fotografer mengatakan kepadanya bahwa "melawan kebijakan" baginya untuk difoto mengenakan topi.

“Dan saya seperti, ‘Baik, jadi saya tidak bisa memakai topi saya?’ Dan dia seperti, ‘Tidak, Anda bisa memperbaiki rambut Anda, angkat topi Anda atau saya tidak akan mengambil foto Anda,’ dan saya tidak membiarkannya mengambil foto saya karena saya tidak merasa perlu melepas topi agar dia mengambil foto saya, ”katanya.

Ibu Thurston, Kara, mengatakan dia merasa tidak berdaya setelah mengetahui tentang cobaan putrinya.

“Ketika sesuatu terjadi pada anak Anda yang tidak dapat Anda perbaiki, itu memilukan,” katanya.

Bella mengatakan kanker seharusnya tidak membuatnya sendiri. Dia hanya ingin diperlakukan sama seperti teman-temannya.

"Saya ingin gambar saya diambil dengan cara normal dan berada di tempat yang sama dengan yang ada di buku tahunan," katanya.

Seorang perwakilan dari Albuquerque Public Schools mengatakan distrik tersebut bertemu dengan perusahaan fotografi, Lifetouch, tentang kekhawatiran itu, KOAT melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu mengatakan akan meninjau kembali protokol pelatihannya dengan para fotografer dan menawarkan sesi fotografi gratis kepada Thurston.